Selasa, 06 April 2010

Hebat Hutan Grobogan Dilirik Investor Asing

Buzz this!

GROBOGAN- Sejumlah investor mulai melirik potensi hutan di wilayah Kabupaten Grobogan. Bahkan, ada investor asing yang siap mengucurkan dana jutaan dolar untuk perkebunan. Salah satunya adalah PT Waterland Asia Bio Ventures mitra kerja Perum Perhutani. Perusahaan itu menilai hutan di wilayah KPH Purwodadi cukup baik untuk pengembangan perkebunan, terutama penanaman jarak pagar (Jatropha Curcas). Selain itu, PT Kimia Farma juga mempelajari potensi hutan di kabupaten setempat.

‘’Perusahaan kami, menilai Bupati dan Perhutani sangat mendukung kegiatan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH). Hal itu dibuktikan peningkatan luas hutan dari semula 500 hektare menjadi 1.000 hektare,’’ kata Presdir PT Waterland Asia Bio Ventures Mr Drs Ir William L Nolien Msc Bsc disela-sela penyerahan sharing produksi kayu tahun 2009 untuk LMDH wilayah KPH Purwodadi di Balai Desa Penganten, Kecamatan Klambu, Rabu (31/3)
Dia mengatakan, potensi daerah hutan di Purwodadi menjadi sorotan internasional. Direncanakan pada 24 April mendatang salah satu Menteri dari Belanda bersama Dubes Australia untuk Indonesia ke Grobogan. Mereka akan meninjau lokasi yang akan dijadikan tempat untuk berinvetasi.

PT Waterland Asia Bio Ventures dari Inggris akan menanam modalnya sebesar 9 juta dolar, dari Australia 6 juta dolar. Sedangkan Belanda yang mewakili Uni Eropa akan mengucurkan investasi sebesar Rp 144 juta dolar khusus penanaman pagar jarak di Jateng.
Dijarah Sementara itu, Kepala Perhutani Unit I Jateng Ir Heru Siswanto MBA mengungkapkan, di Kabupaten Grobogan beberapa waktu lalu hutannya banyak dijarah, sehingga sharing  produksi kayu tahun 2009 hanya mendapat Rp 393 juta. ‘’Atau kalah dengan Kabupaten Blora yang mendapat sharing produksi sebesar Rp 5 miliar. Meski demikian, daerah ini hutannya lebih luas dan produksi kayunya tinggi,’’ terangnya. 

Dia mengatakan, supaya panennya lebih cepat maka sepuluh tahun lalu di lahan bekas jarahan ditanami bibit jati berkualitas yang bisa dipanen ketika usia pohon 20 tahun. ‘’Kami juga bekerja sama dengan Kimia Farma dalam pengembangan tanaman jarak kepyar,’’ terangnya didampingi KKPH Purwodadi Ir Roberto P Esdyanto.

Bupati Grobogan H Bambang Pudjiono SH menyambut baik investasi yang akan ditanamkan di wilayahnya.

Anda Sudah Baca Yang Ini? :

0 comments:

Klik Here To Show All Comment


Poskan Komentar

newer page older page home
top