Rabu, 17 Maret 2010

Kepala SD Tunjungharjo Tegowanu Grobogan Diduga Ngemplang Dana BOS

Buzz this!

GROBOGAN- Diduga ngemplang dana  Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Maryoto, Kepala Sekolah (Kasek) SDN 1 Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu  dilaporkan para guru SD tersebut ke UPTD Dinas Pendidikan (Disdik) kecamatan setempat.
Para guru meminta tim dari Disdik mengaudit dan memeriksa keuangan sekolah khususnya yang berkaitan dengan Dana BOS. Ketidakberesan pengelolaan dana BOS oleh Maryoto ini disampaikan salah satu anggota Dewan dari PKS Ahmad Su’udi dengan menunjukkan surat laporan yang ditandatangani enam guru SD Tunjungharjo 1 dan tertuju kepada Kepala UPTD Disdik Tegowanu. 

Dikatakan Su’udi, selama tahun 2009, Maryoto dihitung masih membawa dana BOS sekitar Rp 25 juta - Rp 30 juta. Sedangkan sejak Januari hingga Maret ini, Kasek tersebut membuat selisih Rp 8,9 juta antara dana yang dimintanya dengan tagihan yang masuk ke sekolah.

’’Sebagai contoh, Oktober 2009 kasek mengambil di BRI Rp 20 juta, dan rekeningnya jelas berkurang sejumlah itu. Namun, yang diserahkan ke bendahara sekolah hanya Rp 15 juta. Menurut catatan para guru, minimal ada delapan poin yang uangnya tidak jelas jumlah serta keberadaannya,’’ kata Ahmad Su’udi, juga sekretaris Fraksi HAKS DPRD Kabupaten Grobogan, Sabtu (13/3).

Disebutkan pula, Agustus 2009, sekolah mendapat tagihan dari Wati, bendahara UPTD Kecamatan sebesar Rp 3,3 juta terkait belum dibayarnya tagihan Flexy, Try Out, dan Kartu Siswa bulan Mei 2009. Padahal, sesuai catatan bendahara sekolah, Maryoto telah meminta uang sejumlah itu pada Mei 2009.
’’Saya telah melakukan penelusuran, sejumlah beasiswa yang harusnya untuk murid tidak diberikan kepada yang berhak,’’ lanjut Su’udi.
Tim Monitoring Kepala UPTD Disdik Tegowanu, Imam Sujahri mengatakan, pihaknya mulai Jumat (12/3) bersama tim monitoring dari UPTD Disdik Tegowanu mulai memeriksa dan mengaudit keuangan sekolah yang berkaitan dengan penggunaan dana BOS.

’’Sebenarnya, saya sudah lama mengagendakan memeriksa laporan para guru SD Tunjungharjo 1. Namun, karena padatnya jadwal saya baru sempat memulai Jumat kemarin, namun hasilnya belum bisa kami ketahui karena butuh waktu,’’ kata Imam Sujahri.

Kepala Sekolah SDN 1 Tunjungharjo, Maryoto membenarkan tim monitoring dari UPTD Disdik kecamatan telah turun dan mulai memonitoring, Senin (15/3). Hal itu dikarenakan beberapa SPJ memang belum selesai dibuat, sehingga akan terus dipantau antara SPJ yang akan ditunjukan dengan kenyataan di lapangan.
’’Terkait laporan para guru tersebut, bila memang tim monitoring menemukan kejanggalan dan harus dipertanggungjawabkan, kami atau siapapun siap mempertanggungjawabkan,’’ terang Maryoto. (K11-56)

Anda Sudah Baca Yang Ini? :

0 comments:

Klik Here To Show All Comment


Poskan Komentar

newer page older page home
top