Jumat, 26 Maret 2010

Tanggul Sungai Jajar Baru Kembali Jebol

Buzz this!

  • 235 Ha Tanaman Padi Terendam
GROBOGAN- Sebanyak 625 rumah dan 235 hektare tanaman padi di Desa Anggaswangi serta Kemloko terendam air setinggi setengah hingga satu meter akibat tanggul Sungai Jajar Baru di Desa Anggaswangi kembali jebol, Kamis (25/3) dini hari. Jebolnya tanggul sepanjang 20 meter di sebelah selatan titik yang baru satu bulan diperbaiki oleh balai PSDA Jateng itu juga menyebabkan jalur lalu lintas yang menghubungkan Kota Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan dengan Kecamatan Juwangi Kabupaten Boyolali terputus karena ketinggian air di jalan mencapai 75 centimeter.

Sementara itu di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug sekitar 70 rumah penduduk mengalami hal serupa akibat jebolnya tanggul Sungai KB-1 sepanjang 10 meter.

Tanaman Kedua

”Kejadian itu mengagetkan warga. Mengingat tanggul tersebut telah diperbaiki sebulan lalu. Sama seperti banjir di bulan Februari lalu, kemarin hujan yang mengguyur daerah kami tidak begitu deras, namun di daerah hulu (Pegunungan Kendeng selatan Kecamatan Karangrayung dan Kecamatan Juwangi Boyolali) turun hujan deras, sehingga debit air sungai bertambah,” kata Kades Anggaswangi, Dwi Sulistyo BA, kemarin.

Dijelaskan, karena limpahan air dari hulu melebihi ambang batas, maka tanggul yang berada persis di sebelah selatan titik yang jebol 18 Februari lalu tidak mampu menahan. Limpahan air selain menggenangi Desa Anggaswangi, juga merembet ke wilayah Desa Kemloko.

Kades Kemloko, Suyanto mengatakan, seluas 115 hektare tanaman padi yang baru berumur 15 hari tergenang air setinggi 65 centimeter. ”Padahal tanaman padi tersebut adalah tanaman kedua yang ditanam setelah sebelumnya rusak terendam banjir Februari lalu,” kata mantan anggota Dewan periode 1999-2004 ini.

Selain itu akibat hujan semalaman dalam waktu bersamaan, Sungai Tlatar di Kecamatan Penawangan meluap. Sedikitnya 70 rumah warga Desa Watupawon dan 40 rumah warga desa Bologarang  Kecamatan Penawangan terendam air hingga 50 centimeter.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengairan Grobogan Ir Rudi Atmoko MM mengatakan, jebolnya tanggul Sungai Jajar Baru tersebut disebabkan karena tidak mampu menahan arus dan volume air yang ada. ”Sudah waktunya Sungai Jajar Baru dan Jajar Lama dinormalisasi oleh Balai PSDA Jateng, karena tingkat sedimentasinya sudah sangat tinggi,” ungkapnya. (K11-16)

Anda Sudah Baca Yang Ini? :

0 comments:

Klik Here To Show All Comment


Poskan Komentar

newer page older page home
top