Senin, 10 Mei 2010

AREAL PERTANIAN MELUAS,GROBOGAN BUTUH PUPUK

Buzz this!

Kabupaten Grobogan sangat membutuhkan Pupuk urea sebanyak 95 ribu ton/tahun, namun dari pengajuan itu cuma mendapat alokasi sebanyak 75.990 ton. Sehinggga masih ada kekurangan pupuk yang harus terpenuhi. Setiap tahun Grobogan selalu kekurangan pupuk, karena antara areal yang ada lebih luas dan tidak seimbang, dengan kebutuhan pupuk yang tersedia.
Wakil Bupati Grobogan, H Icek Baskoro,SH mengatakan hal tersebut, saat menerima Tim Monitoring dan Evaluasi KP3 (Komite Pengawas Pupuk dan Peptisida) Jawa Tengah Tahun 2009, yang berlangsung di ruang rapat setempat. Tim KP3 yang beranggotakan Dinas/Instansi terkait Jawa Tengah, juga melibatkan Polda dan Kejati Jawa Tengah. Hadir dalam acara itu, Kepala Badan, Dinas/Instansi terkait, dan Camat Se-Kabupaten Grobogan. Pada hal jika keadaan itu diteruskan justru akan mempengaruhi kesuburan tanah. Lebih baik pemakaian pupuk wajar-wajar saja sesuai aturan pertanian. Kalaupun pemakaian pupuk buatan pabrik kurang, lebih baik menggunakan pupuk kandang. Hal itu untuk menjaga hara, kondisi tanah setempat. Demikian juga, penggunaan pupuk pada tanah tegalan perhutani yang digarap oleh warga sekitar hutan. Mereka sebenarnya tidak terhitung pengguna pupuk bersubsidi. Kenyataannya mereka tetap memakai pupuk bersubsidi. Pada akhirnya kebutuhan pupuk untuk pertanian kurang.
Lebih lanjut H.Icek Baskoro, SH menjelaskan, kebutuhan pupuk terbanyak teserap pada saat musim tanam padi tiba. Para petani seharusnya menggunakan pupuk sesuai stadar pertanian, tapi kenyataannya mereka memakai pupuk melebihi aturan.
Selain itu, kurangnya pupuk diakibatkan oleh para distributor maupun pengecer nakal. Ada distributor maupun pengecer menjual pupuk ke luar daerah dengan harga mahal. Jika hal itu ketahuan, dan tertangkap aparat dapat di proses hukum dan denda.
’’Bagi siapa saja yang dapat menangkap distributor menjual pupuk d luar daerah saya siap memberi hadiah Rp 10 Juta, ’’ katanya. Ditambahkan dari data yang ada, di Kabupaten Grobogan kini tercatat 11 distributor, 900 pengecer resmi dan 900 pengecer ilegal.
Sementara itu, Ketua Rombongan KP3 Jawa Tengah, Komarsi SH menjelaskan, maksud diadakannya monitoring dan evaluasi oleh Tim KP3 Jateng ke Kabupaten Grobogan dalam persiapan monitoring penyaluran pupuk Tahun 2009 ini. Diharapkan waktu mendatang, penyaluran pupuk tepat sasaran pada petani yang berhak menggunakan pupuk bersubsidi. Memang saya akui kebutuhan pupuk kepada petani akan selalu kurang. Sebab antara kebutuhan dan alokasi tidak seimbang. Tapi pemerintah tetap berusaha memenuhi kebutuhan pupuk petani. Hal itu sebagai upaya untuk mempertahankan swasembada pangan, khususnya beras.
Diakui juga bahwa, pengawasan penyaluran pupuk memang lemah. Ternyata kekurangan pupuk bukan saja dialami oleh petani Kabupaten Grobogan, namun daerah lain juga keadaannya sama. Untuk memutus mata rantai kelemahan penyaluran pupuk, mulai Tahun 2009 para camat dan kepala desa akan dilibatkan dalam Tim KP3 kecamatan dan desa. Tugas tim ini untuk mengawasi pupuk mulai perencanaan sampai penyaluran. Dengan demikian, setiap tahapan penyaluran akan diketahui oleh tim sampai ke sasaran dan petani yang berhak menggunakan pupuk bersubsidi.

Anda Sudah Baca Yang Ini? :

0 comments:

Klik Here To Show All Comment


Poskan Komentar

newer page older page home
top